Welcome

Indonesian Geographic - News


Environmental Issue in Komodo National Park
Published : Feb 02, 2012 03:52:05    By: Indonesian Geographic    Number of Visit : 159
The Map location
Tidak seperti Taman Nasional Raja Ampat yang memiliki regulasi dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Di Taman Nasional Komodo merupakan salah satu wilayah yang dilindungi oleh departemen kehutanan dan kelauatan. Namun pada kenyataanya yang konon katanya merupakan taman nasional, masih banyak terjadi penyimpangan penyimpangan yang terjadi sehingga imbasnya kerusakan lingkungan tidak dapat terhindarkan.

Minimnya perhatian dari pemerintah dengan kawasan taman nasional yang cukup luas membuat penyimpangan terhadap kaidah kaidah konservasi jadi tidak terdeteksi. Masih terdapat penggunaan bom yang dilakukan oleh nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dan lebih cepat namun menimbulkan kerusakan yang massive karena efek ledakan. Masih terjadi penyimpangan penggunaan potassium/sianida untuk menangkap ikan karang yang mengakibatkan terumbu karang jadi rusak secara perlahan dan proses restorasinya lebih lama ketimbang hancur karena bom. Penangkapan ikan menggunakan pukat/jaring menyebabkan tidak terkontrol keseimbangan populasi biota laut bahkan merusak terumbu karang. Banyak sampah sampah yang bertebaran di perairan sekitar Komodo dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat akan kaidah kaidah konservasi merupakan “Pekerjaan Rumah” bagi para penggiat Balai Konservasi Taman Nasional Komodo.

Berbeda dengan para pelaku tour agency, dive operator, dan para pemain pasar yang “menjual” keindahan taman nasional komodo. Mereka sangat sensitive dengan isu isu konservasi, mereka mendukung adanya konservasi serta kuatnya regulasi mengenai pengelolaan sumberdaya alam secara sehat. Namun karena dukungan pemerintah yang kurang, mereka hanya dapat bertindak semampu mereka.

Dukungan dari masyarakat akan konservasi sumber alam yang melimpah di Indonesia ini akan sangat menentukan kelangsungan lingkungan disekitar. Sebagai wisatawan/pengunjung yang baik setidaknya tidak menambah buruk citra konservasi di Indonesia. Kita patut membantu menjaga alam ini, setidaknya diawali dari halyang kecil diri sendiri secara konsisten. (Oleh: Chusen Aun)

User Login

Username :
Password :
 
Create new account
Lost Password?

Advertisement