4 Paus diteluk Mutiara, Kabupaten Alor-NTT
Tanggal 3 Agustus 2011 yang lalu tepatnya pukul 17:00 WITA tentulah menjadi hari yang tidak terlupakan bagi kami dan para penggiat konservasi lainnya karena pada saat itu kejadian langka terjadi di sekitar Teluk Mutiara dengan terlihatnya kemunculan 4 ekor paus, 3 berukuran besar dan 1 berukuran kecil. Kemunculan 4 ekor paus di Teluk Mutiara Alor tersebut seolah menjadi obat perindu karena sudah lama paus tidak muncul di periaran sekitar laut Alor. Lokasi kemunculan 4 paus tersebut terlihat tepat 100-200m didepan kantor WWF-Indonesia Solar Project yaitu di teluk Mutiara -Kabupaten Alor-NTT. Kordinatnya yaitu : LS : -8,22463369, BT 124,53206501.
Kemunculan 4 ekor paus ini seakan menunjukkan bahwa perairan sekitar perairan Alor adalah habitat tempat tinggalnya, karena memang secara ekosistem kawasan perairan laut Alor ini kaya akan keanekaragaman hayati.
Agar tidak kehilangan gambar, maka moment penting ini sempat kami rekam dengan kamera dalam jarak sekitar 50m ketika bernafas (breathing), deskripsi yang dapat kami lihat adalah punggungnya dengan lebar ±2m memiliki warna hitam dan terdapat bercak-bercak putih. Semburannya tunggal setinggi 5-6m untuk paus yang besar dan ±2m untuk paus yang kecil.
Berdasarkan pengamatan kami, jenis paus yang paling mendekati ciri-ciri tersebut adalah berjenis Paus Biru atau Blue Whale (Balaenoptera musculus). Secara berkelompok paus tersebut berenang bersama anak paus. Hingga Pukul 18:00 WITA 2 paus masih terlihat disekitar bagan apung (1 paus berukuran besar dan 1 paus berukuran kecil)., sedangkan 2 lainnya sudah berenang menjauhi pantai.
Berdasarkan IUCN (2000), Paus Biru termasuk dalam salah satu jenis biota laut yang masuk dalam daftar merah (Red list) yaitu statusnya terancam punah (endanger). Total populasi diseluruh dunia diperikarakan berkisar 5000-12.000 ekor pada tahun 2002 (Wikipedia). Seiring dengan tingginya aktivitas kegiatan penangkapan terhadap paus dan juga sebagai akibat aktivitas kegiatan manusia, saat ini populasinya terus menurun (ada angka/datanya tidak di saat sekarag berapa populasinya..??). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyebab selain kegiatan penangkapan yang menyebabkan menurunnya populasi Paus Biru, antara lain: terkena baling-baling kapal, aktivitas kesibukan pelayaran di tempat migrasi Paus sehingga dapat mengganggu komunikasi antar Paus Biru, terakumulasinya bahan kimia seperti Polychlorinated biphenyl (PCB) didalam tubuh paus, dan juga sebagai akibat perubahan iklim yang dapat menjadi ancaman terhadap pola distribusi dan pasokan makanan mereka.
Saatiniperairan Kabupaten Alor seluas 400.083 ha telah diusulkan untuk dicadangkan menjadi daerah pencadangan Kawasankonservasilaut Daerah (KKLD) Kabupaten.Alor yang diatur melalui Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2009. Melalui KKLD Alor ini diharapkan segala potensi alam laut dapat terkelola dengan baik untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat kabupaten Alor. Dalam luasan perairan Kabupaten Alor tersebut merupakan salah satu jalur migrasi hewan-hewan laut yang dilindungi, seperti halnya mamalia laut (Cetacean). Berdasarkan data Benjamin Kahn (2002) ditemukan7 jenis paus dan5 jenis lumba-lumba yang melintasi perairan kabupaten Alor, selain itu berdasarkan pengamatan WWF-Indonesia Solar Project pada wilayah ini juga terdapat Duyung (Dugong dugon) .
Blue Whale telah teridentifikasi dilokasi ini bukan saja sebagai potensi alam yang dapat mengangkat nama Kabupaten Alor, namun upaya untuk melindungi keberadaannya juga sangat penting untuk dipikirkan dan dilakukan bersama-sama. Semoga dengan kemunculan paus biru tersebut akan semakin menumbuhkan rasa cinta dari semua orang terhadap keselamatan dan pentingnya upaya perlindungan terhadap kekayaan alam daerah kita.(YG).

